Kamis, 12 Juli 2018

Harga Tanah di Jakarta



Harga tanah di sejumlah area Jakarta terus melonjak. Kawasan Cawang, jakarta Timur, tercatat mengalami kenaikan harga tertinggi yakni di atas 2 persen. Saat ini, harga tanah di kawasan tersebut mencapai Rp 38 juta per meter persegi. "Harga tanah di pasar sekunder koridor Jakarta Timur mulai dari Cawang setahun terakhir tertinggi," ujar pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda di Jakarta, Kamis (25/1/2018). Harga tanah cenderung naik di Jakarta Timur didorong oleh masifnya proyek infrastruktur yang dibangun mencakup Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, kereta cepat Jakarta-Bandung, dan kereta ringan (LRT). Ali melihat sejumlah proyek infrastruktur yang berbanding lurus dengan kenaikan harga tanah adalah sebuah indikasi dari kebangkitan sektor properti. Pasalnya, sebelum 2017, kenaikan harga tanah di Jakarta Timur tidak sampai 1 persen. Adapun daerah lain seperti Jakarta Utara dan Barat, kenaikan harga masih terjadi tetapi melambat. "Jakarta Utara karena harga sebelumnya sudah tinggi, sekarang mulai terkoreksi," jelas Ali. Sementara di Jakarta Selatan, harga tanah aktual atau asking price  sekitar Rp 100 juta per meter persegi dan harga transaksi Rp 80 juta per meter persegi. Ini terdapat di kawasan Senopati.  Ia menambahkan, tren ke depannya, potensi kenaikan masih memungkinkan terjadi. Meski demikian, dengan harga tanah yang sudah tidak terjangkau lagi, maka pembangunan apartemen menengah semakin sulit. Konsumen akan mencari hunian yang sesuai dengan kemampuannya ke arah penyangga Jakarta seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang.

0 komentar:

Posting Komentar